Selasa, 10 April 2012

Bhakti Pantai BEM KM FGE 2012


BAKTI PANTAI





Hari Sabtu tanggal 31 Maret 2012 yang lalu, Departement Sosial Masyarakat BEM KM FGE UGM mengadakan acara Bakti Pantai di Pantai Kuwaru. Acara Bakti Pantai ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret, wujud kegiatan ini adalah kerja bakti membersihkan sampah yang ada di sekitar Pantai Kuwaru. Kegiatan yang dikuti oleh sekitar 40 orang yang semuanya adalah anggota BEM KM FGE UGM ini berlangsung sangat meriah.
Dalam pemberangkatan dibagi menjadi 3 kloter, kloter pertama berangkat pukul 07.00 WIB, kloter kedua pukul 11.00 WIB, dan kloter terakhir yaitu kloter ketiga berangkat pukul 13.00 WIB.
Kloter pertama berangkat pukul 07.00 WIB dan sampai di Pantai Kuwaru pukul 08.30 WIB dengan jumlah peserta hanya 5 orang. Setelah sampai di Pantai Kuwaru, sudah banyak para warga dan anggota Polisi Air Pantai Kuwaru yang kerja bakti. Hal yang kami lakukan adalah langsung turun membantu warga (masyarakat) untuk kerja bakti, yaitu dengan mengambil sampah plastik yang ada di sekitar pantai dan membakarnya di tempat yang sudah disediakan. Kerja bakti pertama selesai pukul 10.30 WIB.
Acara selanjutnya adalah sarasehan bersama warga tentang menjaga kebersihan lingkungan pantai. Acara sarasehan ini dihadiri oleh Kepala Polisi Sektor Kuwaru, Kepala Polisi Air Pantai Kuwaru, Kepala Warung Pantai Kuwaru, dan Ketua RT 03 Desa Kuwaru. Dalam sarasehan ini disampaikan bahwa warga sekitar cukup terganggu dengan banyaknya sampah yang berserakan di sekitar pantai. Kita tahu bahwa sampah (plastik, khususnya) usianya panjang. Sampah jenis ini susah dan lama bila diuraikan. Kondisi demikian mengganggu terutama bagi warga yang bermatapencaharian sebagai nelayan, karena dengan lingkungan yang tercemar sangat berpengaruh terhadap kualitas ikan yang ada di laut. Sampah-sampah yang ada di pantai bila ditelusuri juga berasal dari sungai-sungai yang ada di sekitar pantai. Masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di sungai. Warga sekitar pantai juga mengharapkan adanya kesadaran dari masyarakat lain untuk tidak membuang sampah di sungai, usulannya adalah dengan dibuatkan papan tulisan himbauan agar tidak lagi membuang sampah di sungai. Kemudian permintaan akan tempat sampah, karena dirasa fasilitas tempat sampah di sekitar Pantai Kuwaru masih kurang. Dalam sarahsehan ini pula disinggung tentang perlu adanya pengelolaan dari sampah, terutama sampah plastik. Karena dari sampah-sampah plastik tersebut dapat dimanfaatkan menjadi barang baru, istilahnya pemanfaatan barang bekas menjadi barang guna. Maka diharapkan bagi kita yang mempunyai ide untuk pemanfaatan barang bekas menjadi barang guna, bisa dibagikan dan diajarkan kepada warga di sekitar Pantai Kuwaru. Dan terakhir dari acara sarasehan ini diharapkan para warga dan pengunjung pantai bekerja sama untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sarasehan selesai pukul 12.30 WIB, saat itu juga 12 orang yang berangkat di kloter dua sampai di Kuwaru. Sampai di Kuwaru, kami segera ishoma.
Selesai ishoma, kembali kami membersihkan pantai dengan cara mengambil sampah plastik yang ada di sepanjang pantai di sisi barat pantai. Sistem membersihkannya yaitu dengan berkelompok. Kelompok dibagi menjadi 3 (tiga) yang di mana satu kelompoknya berisi 4 (empat) orang. Fokus lokasi yang kami bersihkan adalah bagian pantai yang ada di sisi barat dari jalan masuk. Kelompok satu membersihkan bibir pantai, kelompok dua membersihkan lingkungan tepi pantai di bawah pohon cemara, dan kelompok tiga membersihkan sampah di jalan pasir depan warung-warung. Sampah-sampah yang diambil terutama sampah plastik yang kemudian dikumpulkan dalam kantong plastik. Bila sudah terkumpul banyak, lalu dibuang di tempat khusus pembakaran sampah.
Ketika bersih pantai bagian kedua hampir selesai, waktu menunjukkan pukul 15.15 WIB. Dari timur tampak rombongan kloter tiga dengan jumlah peserta kira-kira 13 orang datang. Kemudian kami ishoma. Selesai ishoma, kami semua berkumpul untuk forga, forum keluarga. Forum keluarga ini menjadi saat-saat yang mendebarkan pagi para pengurus BEM KM FGE UGM khususnya bagi teman-teman yang open recruitment 2. Mengapa demikian? Karena di Pantai Kuwarulah dibacakan pengumuman penempatan (ploting) bagi teman-teman baru. Setelah pengumuman dibacakan, kemudian kami memperkenalkan diri masing-masing di depan forum. Selesai perkenalan didepan forum, kami lotisan bersama. Wajah-wajah ceria tampak menyatu bersama tiupan angin pantai di sore hari. Kebersamaan yang sungguh indah.
Lotisan selesai dan kami semua sudah kenyang, acara selanjutnya adalah acara yang paling ditunggu-tunggu, yaitu foto bersama. Kami semua turun ke tepi pantai untuk berfoto-foto. Suasana semakin indah karena ketika kami berfoto-foto tepat ketika matahari mulai tenggelam. Selesai berfoto-foto, kami segera membereskan tempat dan segera mengemasi barang bawaan. Dan pukul 17.10 kami berpamitan kepada warga setempat dan langsung pulang ke rumah masing-masing.


Marcelina Dian Christyanti
Staff SOSMAS BEM KM FGE

Sabtu, 31 Maret 2012

Earth Hour : Satu Jam untuk Puluhan Tahun Mendatang


BEM KM Fakultas Geografi hari ini juga ikut berkontribusi dalam Kampanye Earth Hour dalam bentuk sederhana. Kami menghimbau teman-teman seperjuangan untuk mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30-21.30 hari ini. penghematan energi selama satu jam saja ini akan sangat berpengaruh pada energi di bumi  selama berpuluh-puluh tahun mendatang untuk kita, anak, dan cucu kita pula.

Tidak hanya untuk menghemat energi sebenarnya. Dengan memadamkan lampu dan listrik setidaknya kita memberi waktu barang satu jam bagi bumi untuk beristirahat. Manusia sebagai makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa pun masih membutuhkan istirahat, apalagi bumi tempat kita berpijak ini. Eksploitasi yang telah manusia lakukan pada bumi dibayarkan dengan satu jam memadamkan listrik, apakah itu masih terlalu berlebihan dan mengganggu kegiatan kita? Sebagai manusia, banyak sekali ucapan terima kasih pada bumi yang telah bersedia sebagai tempat berpijak kita sehari-hari dari lahir sampai mati, membiarkan bumi memandang kita dengan tingkah laku lucu kita yang telah mengeksploitasi bumi yang telah baik pada kita.

Lalu, kenapa kita harus ikut aksi kampanye EARTH HOUR ini? Bukanlah suatu keharusan, namun sebuah kesadaran yang harus kita miliki sebagai makhluk yang tidak bisa menghidupi dirinya sendiri dan bergantung pada bumi, bahkan sampai sekarang pun belum ditemukan planet lain yang bisa ditinggali dengan mudahnya seperti bumi. Jika tidak kita memulai dari sekarang dan melalui kesadaran diri sendiri, kapan lagi? Penyesalan tidak bisa mengembalikan apapun di kemudian hari. Daripada menyesal, mending kita sisihkan satu jam tanpa listrik untuk bumi kita yang lebih baik. Betul??


Selain Indonesia, ternyata banyak juga negara lain yang ikut berkontribusi dalam Kampanye Earth Hour lho :)

Foto kota-kota sebelum dan sesudah Earth Hour tahun lalu













http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/SPw...172614-565.jpg




Berikut lima fakta menarik dari Earth Hour:

1. Logo 60+

Logo Earth Hour awalnya hanya menggunakan angka 60 saja bermotif Planet Bumi untuk melambangkan 60 menit waktu yang digunakan saat Earth Hour. Namun, sejak 2011, logo tersebut mendapat tambahan tanda + (plus) di belakang angka 60. Tanda plus tersebut merepresentasikan tujuan Earth Hour yang mendorong publik untuk melakukan aksi lanjutan setelah satu jam mematikan lampu berakhir.

WWF berharap kegiatan efisiensi energi yang dilakukan semua partisipan Earth Hour tidak berhenti di satu jam saja, tapi bisa terus berlanjut menjadi gaya hidup plus aksi ramah lingkungan lainnya yang diterapkan setiap hari. Setelah satu jam, jadikan gaya hidup!

2. Mengapa selalu digelar hari Sabtu?
Earth Hour digelar di hari Sabtu supaya tidak menggangu aktivitas rekan-rekan yang masih bekerja hingga larut malam di hari kerja (Senin-Jumat). Selain karena alasan produktivitas kaum pekerja, alasan kenyamanan pun menjadi pertimbangan.

Hari Sabtu adalah hari libur yang umumnya digunakan juga oleh anggota keluarga untuk berkumpul bersama di rumah. Tim kampanye Earth Hour berharap setiap anggota keluarga, siapapun mereka, berapapun usianya bisa berpartisipasi mengambil langkah simpel untuk menyelamatkan bumi sekaligus mempererat kebersamaan mereka. Di situs Earth Hour Indonesia terdapat 10 tips kegiatan seru yang bisa dilakukan bersama keluarga saat lampu mati.

3. Mengapa Earth Hour digelar di akhir Maret?
Akhir Maret dipilih sebagai waktu penyelenggaraan Earth Hour karena saat itu, mayoritas negara di seluruh belahan dunia sedang mengalami pergantian musim sehingga suhunya pun cukup nyaman bagi penduduk bumi jika pendingin maupun pemanas ruangan dimatikan saat Earth Hour.

Selain itu, di akhir Maret, rata-rata semua belahan dunia sudah cukup gelap sekitar jam 20.30 – 21.30 sehingga efek Earth Hour akan sangat terasa. Lain hallnya jika dilakukan di pertengahan tahun dimana negara-negara tertentu masih terang hingga jam delapan malam.

4. Mengapa Jakarta?
Selain karena statusnya sebagai ibu kota dengan beberapa bangunan ikonik yang dapat dipadamkan, Jakarta juga merupakan konsumen listrik terbesar di Indonesia. Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008,total 23% konsumsi listrik Indonesia terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. Itu untuk skala kota. Lain halnya jika melakukan perbandingan antar pulau, maka wilayah Jawa-Bali adalah konsumen listrik terbesar di Indonesia. Sebesar 78% konsumsi listrik negara terpusat di kedua pulau ini.

5. Apa manfaat yang didapat jika kita melakukan efisiensi energi listrik?
Mayoritas energi listrik yang kita nikmati masih dihasilkan dari pembakaran sumber daya yang tidak terbarukan (minyak bumi dan batu bara). Padahal, kita tahu bahwa ketersediaan bahan bakar tersebut semakin menipis dan dampak pembakarannya pun menghasilkan emisi yang mempercepat laju pemanasan global.

Untuk menghindari kerugian yang lebih luas akibat pemanasan global, ada dua cara yang bisa kita lakukan, yaitu efisiensi energi dan konversi energi ke sumber-sumber terbarukan. Earth Hour merupakan salah satu wujud efisiensi energi yang bisa dilakukan semua orang secara sederhana.

Bayangkan, kalau 10% warga Jakarta saja melakukan penghematan listrik saat Earth Hour, energi yang dihemat bisa bermanfaat memenuhi kebutuhan listrik di 900 desa dan menyediakan oksigen bagi 534 orang.

Kalau selama ini kita yang menghirup napas di bumi, bisa dibilang Earth Hour adalah momen yang kita berikan kepada bumi untuk bernapas sejenak dari tekanan-tekanan yang kita hasilkan. Hal kecil, jika dilakukan bersama-sama, akan besar manfaatnya. Setuju, kan?


Jumat, 09 Maret 2012

Diskusi ke-BEM-an


Kamis, 8 Maret 2012. Salah satu departemen yang ada dalam satu kesatuan BEM KM Fakultas Geografi yakni departemen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PSDM), telah mengadakan acara diskusi yang ditujukan kepada seluruh anggota baru BEM KM Fakultas Geografi 2012. Kegiatan tersebut diadakan di Auditorium B, Fakultas Geografi, yang dimulai pada pukul 16.00 - 17.45 WIB. Diskusi tersebut mengangkat tema tentang ke-BEM-an, alasan kenapa mengangkat tema tersebut lebih dikarenakan diperlukannya kader – kader yang paham akan organisasi yang dijadikan tempatnya berkontribusi dan belajar tentang organisasi secara nyata. Hal itu memang terlihat sepele, namun sebenarnya hal tersebutlah yang bisa dikatakan vital. Karena dengan lebih mengetahui tentang ke-BEM-an maka nantinya para kader baru diharapkan dapat menjadi penggerak dalam BEM KM FGE.
                        Diskusi kali ini mendatangkan seorang pembicara yang dapat dikatakan memumpuni dalam masalah ke-BEM-an karena beliau juga seorang aktivis BEM, mas Iqbal, sapaan akrabnya. Seorang aktivis yang mengampuh departemen Advokasi di BEM KM Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Banyak hal yang bisa diambil dalam diskusi kali ini, salah satu yang menarik yakni  tentang makna arti pemuda dan aktivis. Menurut pandangan beliau pemuda memiliki makna sosok manusia yang belum mempunyai beban hidup nyata dan masih mempunyai banyak visi misi hidup yang akan dicapainya serta sosok yang kritis dalam berbagai hal dan bidang. Sedangkan aktivis menurutnya lebih kepada sosok yang mampu mengampu hal yang bukan bidangnya, sebagai contoh beliau adalah mahasiswa kedokteran hewan yang sudah tentu akan selalu belajar berbagai hal tentang hewan dari anatomi hingga morfologinya, namun dilain sisi beliau juga mampu mengampu bidang advokasi dalam organisasinya yang hal tersebut tidak dipelajari, maka beliau dapat disebut sebagai seorang aktivis. Predikat aktivis sendiri diperoleh seseorang dari penilaian orang lain jadi bukan dirinyalah yang mengaku dirinya seorang aktivis. Di akhir diskusi ini ditutup dengan sebuah pesan yang sederhana tapi penuh kandungan makna didalamya. “ Jadilah seorang penguasa atau pemimpin karena dengan hal itulah kau bisa membuat perubahan kearah yang lebih baik, karena apabila hanya menjadi rakyat biasa maka kau tak kan pernah membuat perubahan besar yang berarti”, ungkapnya dalam menutup kegiatan diskusi tersebut.Kamis, 8 Maret 2012. Salah satu departemen yang ada dalam satu kesatuan BEM KM Fakultas Geografi yakni departemen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PSDM), telah mengadakan acara diskusi yang ditujukan kepada seluruh anggota baru BEM KM Fakultas Geografi 2012. Kegiatan tersebut diadakan di Auditorium B, Fakultas Geografi, yang dimulai pada pukul 16.00 - 17.45 WIB. Diskusi tersebut mengangkat tema tentang ke-BEM-an, alasan kenapa mengangkat tema tersebut lebih dikarenakan diperlukannya kader – kader yang paham akan organisasi yang dijadikan tempatnya berkontribusi dan belajar tentang organisasi secara nyata. Hal itu memang terlihat sepele, namun sebenarnya hal tersebutlah yang bisa dikatakan vital. Karena dengan lebih mengetahui tentang ke-BEM-an maka nantinya para kader baru diharapkan dapat menjadi penggerak dalam BEM KM FGE.
                        Diskusi kali ini mendatangkan seorang pembicara yang dapat dikatakan memumpuni dalam masalah ke-BEM-an karena beliau juga seorang aktivis BEM, mas Iqbal, sapaan akrabnya. Seorang aktivis yang mengampuh departemen Advokasi di BEM KM Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Banyak hal yang bisa diambil dalam diskusi kali ini, salah satu yang menarik yakni  tentang makna arti pemuda dan aktivis. Menurut pandangan beliau pemuda memiliki makna sosok manusia yang belum mempunyai beban hidup nyata dan masih mempunyai banyak visi misi hidup yang akan dicapainya serta sosok yang kritis dalam berbagai hal dan bidang. Sedangkan aktivis menurutnya lebih kepada sosok yang mampu mengampu hal yang bukan bidangnya, sebagai contoh beliau adalah mahasiswa kedokteran hewan yang sudah tentu akan selalu belajar berbagai hal tentang hewan dari anatomi hingga morfologinya, namun dilain sisi beliau juga mampu mengampu bidang advokasi dalam organisasinya yang hal tersebut tidak dipelajari, maka beliau dapat disebut sebagai seorang aktivis. Predikat aktivis sendiri diperoleh seseorang dari penilaian orang lain jadi bukan dirinyalah yang mengaku dirinya seorang aktivis. Di akhir diskusi ini ditutup dengan sebuah pesan yang sederhana tapi penuh kandungan makna didalamya. “ Jadilah seorang penguasa atau pemimpin karena dengan hal itulah kau bisa membuat perubahan kearah yang lebih baik, karena apabila hanya menjadi rakyat biasa maka kau tak kan pernah membuat perubahan besar yang berarti”, ungkapnya dalam menutup kegiatan diskusi tersebut.(Gilang)

 
Designed by: bang uud and aziz anak kos